JaringanPaketRadioMenggunakanSoundcardModemdenganplatformWindows95(tm)
by
Ir. Eko Suhariyanto
eko@radio1.itn.ac.id,eko@itn.ac.id,eko@yd3klv.ampr.org
.
Pendahuluan
Selain menggunakan DOS dan Linux, platform sistem operasi yang dapat digunakan untuk mengakses jaringan paket radio adalah Windows95. Sudah banyak aplikasi jaringan radio paket yang dibuat oleh para amatir radio di seluruh dunia. Salah satunya adalah PC/Flexnet. Salah satu keunggulan PC/Flexnet ini adalah tersedianya driver soundcard modem. Artikel ini akan menjelaskan instalasi, konfigurasi dan aplikasi jaringan paket radio dengan menggunakan soundcard modem yang dijalankan oleh PC/Flexnet dalam platform Windows95.
Apa itu PC/Flexnet ?
PC/Flexnet adalah AX.25 stack untuk PC yang berbasis DOS dan Windows95. AX.25 stack disini maksudnya adalah PC/Flexnet menyediakan fasilitas jaringan komputer dengan protokol AX.25. Protokol jaringan lainnya, seperti TCP/IP dapat ditumpangkan diatas stack AX.25 ini.
Flexnet ini dibuat oleh Gunter Jost, DK7WJ bersama teman-temannya, para amatir radio yang tergabung dalam Flexnet Gruppe Darmstadt, Jerman, dimulai pada tahun 1987. Flexnet ini diimplementasikan pada dua platform hardware, yaitu Intel x86 dengan sistem operasi DOS dan Rhein-Main Net Controller (RMNC) yang berbasis Z8530 SCC. Versi Intel x86 ditujukan bagi pengguna PC, sementara RMNC digunakan sebagai software digipeater bagi jaringan paket radio di Jerman.
Versi terbaru PC/Flexnet telah mencapai versi 3.3g dengan feature sebagai berikut :
Hirarki modul program-program dalam PC/Flexnet digambarkan dalam gambar berikut :

Modul terpenting adalah kernel Flexnet, yaitu FLEXNET.EXE. Ia menyediakan interface bagi driver hardware L1 pada bagian bawah, dan interface bagi aplikasi pada bagian atas. Kernel ini menggunakan driver hardware L1 untuk mengirim dan menerima paket . Aplikasi PC/Flexnet membutuhkan kernel untuk menset-up koneksi ke luar dan mendengarkan koneksi dari luar.
Macam-macam driver hardware yang tersedia untuk Flexnet :
Persyaratan
Hardware
Hardware yang harus anda siapkan adalah :
1. PC minimal 486DX2.
2. Soundcard non-pnp yang kompatibel dengan Soundblaster dan WSS
3. Transceiver 2-m VHF FM
4. PTT Circuit
Software
Software yang harus anda persiapkan adalah :
1. Windows95.
2. Paket program PC/Flexnet dengan driver Soundblaster modem.
Program yang harus diambil
Program PC/Flexnet ini dapat diambil di :
http://www.afthd.tu-darmstadt.de/~flexnet/index.htmlyang merupakan site resmi PC/Flexnet
ftp://ftp.afthd.tU-darmstadt.de/pub/flexnet/3.3g/, anonymous FTP server
Ini penjelasan lengkap tentang beberapa file-file yang harus diambil.
Nama
|
Penjelasan |
Pembuat |
|
|
PCF.LZH |
Archive ini berisi kernel Flexnet dan utility konfigurasi dan diagnostik lainnya |
Gunter Jost, (D)K7WJ |
|
FLEX95.LZH |
Archive ini berisi Add-On Flexnet untuk Windows95 |
Gunter Jost, (D)K7WJ |
|
FLEX95IP.LZH |
Archive ini berisi Add-On TCP/IP Flexnet untuk Windows95 |
Gunter Jost, (D)K7WJ |
|
SM.LZH |
Archive ini berisi driver Soundcard modem |
Thomas Sailer, HB9JNX/AE4WA |
|
BCT.LZH |
Archive ini berisi program Baycom Terminal Program |
Florian Radlherr, DL8MBT |
Cara instalasi
Setelah anda mendapatkan semua file yang anda butuhkan, anda dapat membukanya dan meletakkan pada satu direktori di harddisk anda, misalnya di C:FLEXNET.
Windows95nya (hardware profile)
1. Start Windows95 seperti biasa. Buka control panel (Start - Setting - Control Panel)
2. Double click pada "System".

3. Buat hardware profile baru, caranya pilih "Hardware Profile" tab, pilih hardware profile yang ada pada list dan click tombol "Copy...". Saya membuat dua profile baru. Profile baru ini saya namakan "Soundmodem using SoundBlaster Pro" dan "Soundcard Modem using ESS1868 w/ Serial Port". Untuk lebih jelasnya, anda lihat pada gambar dibawah ini.

4. Matikan semua driver pada Windows95 yang nantinya dikontrol oleh Flexnet, seperti soundcard driver, dan serial atau paralel port yang digunakan untuk menjadi keluaran PTT. anda lihat pada tiga gambar dibawah ini, soundcard dan serial port yang akan anda gunakan untuk PC/Flexnet dihapus dari jendela Device Manager. Pada gambar terakhir terlihat soundcard dan serial port telah dihapus.



Setelah Windows95 direboot, akan muncul menu seperti ini :
Windows 95 is starting...
Windows cannot determine what configuration your computer is in.Select one of the following:
1. Original Configuration 2. Soundmodem using SoundBlaster Pro 3. Soundmodem using ESS1688 AudioDrive - Paralel Port 4. Soundmodem using ESS1688 AudioDrive - Serial Port 5. Soundcard Modem using ESS1868 w/ Serial Port 6. None of the aboveEnter your choice:5
CONFIG.SYS
Setelah anda buat hardware profile tadi, anda buat konfigurasi dari hardware profile tersebut. Konfigurasi itu anda letakkan pada CONFIG.SYS. Konfigurasi ini bertujuan mengotomasi proses boot, sehingga hanya dengan memilih pilihan yang ada pada waktu start-up, anda dapat langsung menjalankan konfigurasi yang anda inginkan tanpa perlu mengetikkan perintah yang cukup panjang dengan kemungkinan salah yang tinggi. Contoh file CONFIG.SYS dapat anda lihat di bawah.
[menu]menuitem=std,Original Configurationmenuitem=pcfsb,SoundModem using SoundBlaster Promenuitem=pcfess,Soundcard Modem using ESS1868 w/ Serial Port
[common][std]
[pcfsb]installhigh=c: lexnetFLEXNET.exeinstallhigh=c: lexnetSMSBC.EXE -b:0x220 -i:7 -d:1 -ts:0x2F8installhigh=c: lexnetFLEX.exeinstallhigh=c: lexnetSMAFSK12.exeinstallhigh=c: lexnetFSET.exe MODE 0 1200installhigh=c: lexnetFSET.exe TXDELAY 0 35installhigh=c: lexnetSMMIXER.exe -s:line -o:0[pcfess]installhigh=c:gold32ESSCFG.EXE /A:220 /I:5 /D:1 /B:D /J:D /M:Dinstallhigh=c:gold32ESSVOL.EXE /V:8 /L:8 /W:8 /M:0 /C:8 /S:8 /A:0installhigh=c: lexnetFLEXNET.exeinstallhigh=c: lexnetSMSBC.EXE -b:0x220 -i:5 -d:1 -ts:0x2F8installhigh=c: lexnetFLEX.exeinstallhigh=c: lexnetSMAFSK12.exeinstallhigh=c: lexnetFSET.exe MODE 0 1200installhigh=c: lexnetFSET.exe TXDELAY 0 35installhigh=c: lexnetSMMIXER.exe -s:mic -o:0
PTT Circuit
Modem soundcard tidak mempunyai kemampuan untuk memerintahkan radio transceiver untuk transmit sewaktu ada data yang akan dikirim. Oleh karena itu anda memerlukan suatu rangkaian tambahan yang berfungsi menyalakan PTT radio apabila ada data yang akan dikirim. Rangkaian ini memerlukan output dari port serial, paralel atau MIDI. Rangkaian tambahan ini pada dasarnya sangat mudah dibuat. Rangkaian tersebut dapat anda lihat pada gambar dibawah ini.
PTT Keying dengan menggunakan serial port

PTT Keying dengan menggunakan paralel port

PTT Keying dengan menggunakan MIDI port

PTT Keying dengan menggunakan Serial Port untuk koneksi 1200 bps

Perbedaanya dengan PTT Keying untuk koneksi 9600 bps adalah dicabutnya sambungan ke line out soundcard.
Testing Instalasi
Setelah startup Windows95 berhasil, maka akan muncul jendela Flexnet Control Center seperti ini :

Jendela Flexnet Control Center ini akan di-hide di taskbar setelah beberapa detik.
Flexnet Control Center mempunyai beberapa tools, yaitu :
Gambar dibawah menunjukkan jendela-jendela dari tool-tool tersebut :

Jendela Trace diatas dipergunakan untuk melihat data-data yang diterima dan dipancarkan soundcard.

Pada jendela Parameter diatas, anda dapat mengatur beberapa parameter driver soundcard, seperti TXDelay dan Baudrate.


Jendela Route ini digunakan untuk mengatur konfigurasi routing jaringan AX.25. Jendela AX.25 Route ini ada dua macam, yaitu jendela yang menampilkan konfigurasi routing dalam bentuk tabel, dan jendela yang menampilkan konfigurasi routing dalam bentuk diagram pohon.
Anda dapat mengetahui apakah soundcard anda bekerja dengan baik dengan menggunakan utility SMDIAG.EXE.

Anda dapat melihat sinyal yang masuk ke dalam soundcard. Gambar dibawah menunjukkan adanya sinyal data yang masuk ke dalam soundcard.

Setelah soundcard anda dapat mendecode sinyal yang datang, anda sekarang dapat mengecek apakah soundcard anda mampu mengadakan koneksi AX25.
AX.25
anda dapat menggunakan software Baycom Terminal Software (BCT) untuk mengecek koneksi AX.25. Alasan digunakannya software ini adalah ia mampu mensupport semua driver hardware Flexnet.
Hal yang pertama anda lakukan adalah menjalankan software ini dengan perintah :
BCT.EXE <callsign
Setelah menjalankan perintah ini, jendela BCT akan keluar seperti gambar dibawah ini.
<gambar
Setelah itu, anda akan melakukan koneksi AX.25 ke gateway terdekat. Koneksi ini hanya dimaksudkan untuk meneliti apakah koneksi AX.25 dapat terjadi. Apabila koneksi AX.25 dapat dilakukan, maka koneksi TCP/IP mungkin dapat dilaksanakan. Tetapi apabila koneksi AX.25 tidak dapat dilakukan, maka koneksi TCP/IP pasti tidak dapat dilaksanakan.
anda lakukan koneksi ke gateway terdekat dengan perintah :
[Esc] (C)onnect <callsign
Apabila koneksi berhasil dilaksanakan, maka akan muncul pesan seperti gambar dibawah ini.

Apabila karena sesuatu hal, misalnya gateway tidak mampu menerima koneksi lagi, maka BCT akan memberikan pesan sibuk seperti gambar dibawah ini. Apabila gateway yang dituju tidak dapat dihubungi, maka BCT akan memberikan pesan gagalnya koneksi. anda lihat pada gambar dibawah pesan-pesan yang diberikan BCT. Pesan pertama yaitu Failure with ITBGTW, menyatakan gagalnya koneksi dengan ITBGTW karena ITBGTW tidak berhasil menerima paket data yang anda kirimkan. Sementara pesan kedua yaitu Busy from ITBGTW, menyatakan gagalnya koneksi dengan ITBGTW karena ITBGTW tidak mampu lagi mengadakan koneksi dengan anda atas sebab penuhnya kanal yang disediakan oleh ITBGTW.

Apabila anda sudah mampu melakukan koneksi AX.25, maka anda telah dapat melangkah ke bagian selanjutnya, yaitu koneksi TCP/IP.
TCP/IP
Sebelum anda melakukan koneksi TCP/IP, anda harus menginstall TCP/IP Network Adapter dari PC/Flexnet ini. Instalasi TCP/IP Network Adapter ini tak ubahnya seperti instalasi card Ethernet saja, mudah dan cepat. Caranya seperti ini :
Setelah adapter dikonfigurasi, anda dapat mengatur routing pada Flexnet. Pengaturan routing TCP/IP dilakukan dari jendela IP Routes dari "Flexnet Control Center". Jendela ini merupakan tabel penerjemah antara IP Address dengan Hardware Address, dalam hal ini callsign.

Anda dapat menentukan mode transmisi data yang anda inginkan untuk setiap route. Ada tiga macam mode yang dapat anda gunakan, yaitu Datagram, Virtual Circuit dan Virtual Circuit with TCP Compression.
Route didefinisikan di Flexnet Control Center.
---sori masih inggris---
Routes are beeing defined in the "FlexNet Control Center". This is a simple job if you "ping" the target before. Any unresolved address resolution will show up as an "unknown" entry in the routing list. Just double click the entry and complete it with the appropriate AX.25 path. Note that FlexNet willnotbroadcast ARP requests for unresolved destinations! Incoming routes (e.g. when you have been pinged by another station) are automatically learned and permanently stored. For the presence, the mode "Virtual Circuit with TCP Compression" works only with other FlexNet targets (and presumably only within pure FlexNet networks).
We do NOT encourage you to use the "Datagram" mode as it uses UI frames that have to pass the entire distance between two partners for a retry in case of a lossy link. If possible use the "Virtual Circuit" mode; this is also the default.
The control button "permanent" will be necessary only in a few situations. When active, it locks the route and mode for a given IP destination so the system cannot switch to another route even if that would be the better choice.
If you change your network node or FlexNet channel, the redefinition of your targets is easily done with drag&drop operations from the "AX.25 tree view" menu. You can move complete trees within this view by a single click, so be careful.
On the very first start you will be asked the callsign of the IP stack. The SSID no. 10 is commonly used. Of course you shouldn't choose an SSID that is normally in use for "plain" AX.25 connects.
Be careful with the "Default Route". All packets for unknown targets will be sent there. If you are close to an IP router you can use this one as the default. Don't choose stations that share a digipeater input with other users as your default route. This will double the traffic and is therefore strongly discouraged!
It is always a good idea to dispense from using the default route and add new routes via the "IP routes" window when needed.
To complete the installation you need to define a nameserver. This nameserver shouldn't be too far away to receive the results within a reasonable time. Alternatively you can manually define the relation of names to IP addresses. This is done in the "HOSTS" file that is located in theWINDOWSsubdirectory; this will speed up DNS requests considerably.
This documentation should cover most questions related to AX.25 configuration. It is not intended to solve problems you may have with the operating system. The matter of choice for these problems is to read the system documentation and/or to use the hotlines Microsoft offers ($$$). As this project also addresses radio amateurs who are new to TCP/IP, we are preparing a more detailed documentation. Watch out for it later in these pages.
----sampe sini aja inggrisnya-----
Setelah koneksi AX.25 berhasil dan Flexnet adapter berhasil diinstal, maka anda dapat melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu koneksi TCP/IP. Pengetesan koneksi TCP/IP dilakukan dengan perintah PING oleh Windows. Perintah PING dapat dijalankan dari MS-DOS Prompt dari Windows.
Ini adalah parameter PING yang tersedia :
C:WINDOWSping
Usage: ping [-t] [-a] [-n count] [-l size] [-f] [-i TTL] [-v TOS][-r count] [-s count] [[-j host-list] | [-k host-list]][-w timeout] destination-list
Options:-t Ping the specifed host until stopped. To see statistics and continue - type Control-Break; To stop - type Control-C.-a Resolve addresses to hostnames.-n count Number of echo requests to send.-l size Send buffer size.-f Set Don't Fragment flag in packet.-i TTL Time To Live.-v TOS Type Of Service.-r count Record route for count hops.-s count Timestamp for count hops.-j host-list Loose source route along host-list.-k host-list Strict source route along host-list.-w timeout Timeout in milliseconds to wait for each reply.
anda lakukan ping seperti ini :
C:PING -t -l 10 -w 2000 10.2.1.1
yang artinya ping tanpa berhenti sampai dihentikan oleh user dengan ukuran buffer 10 byte dan delay 2000 ms alias 2 detik, untuk host 10.2.1.1. Setelah ping dilaksanakan, akan dikirim paket-paket data yang digunakan untuk mengetes baiknya hubungan host anda dengan host lawan, dalam hal ini 10.2.1.1. Apabila terjadi koneksi TCP/IP dengan host lawan, maka akan tampak adanya paket balasan dari host lawan. Untuk jelasnya, dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Terlihat dari gambar ini hanya ada beberapa paket yang dikembalikan oleh host lawan. Pertukaran data dapat anda lihat lebih jelas pada jendela Trace FlexNet seperti ini.

2010-03-21
2008-08-20
2008-04-03
2008-03-10
2008-02-15